Blog untuk semua tingkat pendidikan

  • Rasulullah SAW bersabda;

    Sebaik-baik Manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

  • Rasulullah SAW bersabda;

    Cintailah orang yang engkau cintai sederhana saja, karena suatu saat dia akan menjadi orang yang kau benci. dan bencilah orang yang engkau benci sederhana saja, karena suatu saat dia akan menjadi orang yang engkau cintai.

  • Rasulullah SAW bersabda ;

    Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

  • Kata Orang Bijak ;

    Manusia Hanya Merencanakan, Tapi Tuhanlah yang menentukan.

  • Rasulullah SAW Bersabda;

    ”Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari)

Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Syarat Rukun dan Sunnah Wudhu


Berikut ini kami menuliskan tentang syarat, rukun dan sunnah wudhu semoga bisa bermanfaat, amin

Syarat-syarat wudhu
Berikut adalah syarat-syarat berwudhu:
1.    Beragama Islam
2.    Mumayiz
3.    Tidak sedang berhadast besar
4.    Menggunakan air yang suci dan mensucikan
5.    Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke kulit

Rukun-rukun Wudhu
1.    Niat (sengaja ) menghilangkan hadast atau sengaja berwudhu.
2.    Membasuh Muka
3.    Membasuh kedua tangan sampai siku.
4.    Menyapu sebagian kepala dengan air.
5.    Membasuk kedua kaki sampai mata kaki
6.    Menertibkan rukun-rukun tersebut secara berurutan
Sunnah-sunnah wudhu
Berikut adalah sunnah-sunnah wudhu:
1.    Membaca basmalah pada permulaan wudhu
2.    Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan
3.    Berkumur-kumur
4.    Membasuh lubang hidung sebelum berniat.
5.    Menyapu seluruh kepala dengan air.
6.    Mendahulukan anggota kanan daripada yang kiri.
7.    Membasuh kedua daun telinga luar dan dalam.
8.    Tiap kali membasuh anggota wudhu sebanyak tiga kali 3x
9.    Menyela-nyela jari tangan dan kali.
10.  Tertib ( berurutan)
11.  Tanpa pertolongan orang lain kecuali dalam keadaan terpaksa seperti sakit
12.  Tidak mengeringkan air wudhu secara sengaja kecuali ada keperluan atau sangat dingin
13.  Menggosok anggota wudhu agar lebih bersih
14.  Menjaga agar percikan air tidak kembali ke badan
15.  Tidak berbicara pada saat wudhu
16.  Bersiwak atau menggosok gigi selain orang yang sedang berpuasa
17.  Membaca dua kalimat syahadat dan menghadap kiblat
18.  Membaca doa setelah selesai berwudhu

Wallahu a'lamu bissawab.

Share:

Hal-hal yang membatalkan wudhu


Hal Yang Membatalkan Wudhu:

Adapula hal-hal yang membatalkan wudhu, berikut adalah hal-hal yang membatalkan wudhu:

  1)    Keluarnya sesuatu dari dua jalan, yaitu dari qubul dan dubur. seperti buang air kecil, buang air besar, keluar angin (kentut) dan lain lain.
  2)    Hilang akal di sebabkan mabuk, pingsan dan gila.
 3)    Bersentuhannya kulit laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya tanpa memakai tutup atau penghalang.
  4)    Menyentuh kemaluan (qubur/dubur) meskipun kemaluannya sendiri tanpa memakai tutup.
  5)    Tidur nyenyak, kecuali tidur sambil duduk dengan tetap kedudukannya.

Share:

Tata Cara berwudhu


Tata Cara Wudhu: 
Wudhu juga mempunyai tatacaranya, berikut ini adalah tata cara berwudhu.:

   1.    Membaca  basmalah sambil mencuci kedua tangan sampai pergelangan tangan sampai bersih.
    2.    Membersihkan tangan terus berkumur-kumur tiga kali (3x)
    3.    Membersihkan lubang hidung tiga kali (3x)
   4.    Membasuh muka tiga kali (3x) ( mulai dari tumbuhnya rambut atau dahi, sampai dengan dagu, dan juga sampai telinga kanan dan kiri) sambil membaca niat wudhu.
  5.    Membasuh kedua tangan sampai siku tiga kali (3x) dengan mendahulukan anggota sebelah kanan kemudian kiri.
   6.    Menyapu atau mengusap sebagian rambut kepala sebanyak tiga kali (3x)
  7.    Membasuh kedua telinga sebanyak tiga kali (3x) dengan mendahulukan telinga kanan kemudian kiri secara bergantian.
 8.    Membasuh/mencuci kali sebanyak tiga kali (3x) dengan mendahulukan kaki kanan kemudian kiri secara bergantian, mulai dari lutut sampai mata kaki.
   9.    Tertib atau ber urutan
  10.  Membaca doa setelah wudhu

Share:

Hukum Berwudhu


Hukum Berwudhu

Sama halnya dengan beberapa jenis sholat yaitu Shalat Wajib dan sholat sunnah. Hukum berwudhu terdapat dua jenis yaitu wudhu yang wajib dan sunah:
1.    Hukum wudhu wajib

Melakukan wudhu merupakan hal yang wajib dilakukan oleh orang muslim sebelum melakukan kegiatan sholat, thawaf memutari kabah dan sebelum memegang kitab suci al-quran. Hukum wajib berwudhu sebelum menyentuh al-quran sudah didaulat oleh empat mahzab islam berdasarkan literature di dalam al-quran pada surat al-waqiah ayat 77 – 79, yang berbunyi:
“sesungguhnya Al-quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang telperihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan”.
Namun ada pendapat lain yang mengemukakan pendapat mengenai ayat tersebut, dicetuskan oleh ibnu abbas dan telah ditafsirkan oleh Al-Hafidzt Ibnu katsir. Ayat tersebut menurutnya merupakan “tidak ada yang dapat menyentuh al-quran yang ada di dalam lauhul mahfuzh kecuali mereka para malaikat yang telah disucikan”. Bukan berarti bahwa orang yang bisa menyentuh al-quran adalah orang yang telah terbebas dari berbegai hadast baik kecil maupun besar.
         2.    Wudhu’ Yang Hukumnya Sunnah

Sedangkan yang bersifat sunnah adalah bila akan mengerjakan hal-hal berikut ini:
a.    Mengulangi wudhu` untuk tiap shalat

Hal itu didasarkan atas hadits Rasulullah SAW yang menyunnahkan setiap akan shalat untuk memperbaharui wudhu` meskipun belum batal wudhu`nya. Dalilnya adalah hadits berikut ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لَوْلا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لأَمَرْتهمْ عِنْدَ كُلِّ صَلاةٍ بِوُضُوءٍ, وَمَعَ كُلِّ وُضُوءٍ بِسِوَاكٍ رَوَاهُ أَحْمَدُ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ
Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Seandainya tidak memberatkan ummatku, pastilah aku akan perintahkan untuk berwudhu pada tiap mau shalat. Dan wudhu itu dengan bersiwak. (HR Ahmad dengan isnad yang shahih)

Selain itu disunnah bagi tiap muslim untuk selalu tampil dalam keadaan berwudhu` pada setiap kondisinya, bila memungkinkan. Ini bukan keharusan melainkah sunnah yang baik untuk diamalkan.
ولن يحافظ على الوضوء إلا المؤمن
Dari Tsauban bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Tidaklah menjaga wudhu` kecuali orang yang beriman`. (HR Ibnu Majah, Al-Hakim, Ahmad dan Al-Baihaqi)

b.    Ketika Akan Tidur

Disunnahkan untuk berwuhu ketika akan tidur, sehingga seorang muslim tidur dalam keadaan suci. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW:
Dari Al-Barra` bin Azib bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Bila kamu naik ranjang untuk tidur, maka berwudhu`lah sebagaimana kamu berwudhu` untuk shalat. Dan tidurlah dengan posisi di atas sisi kananmu.. (HR Bukhari dan Tirmizy).

c.    Sebelum Mandi Janabah

Sebelum mandi janabat disunnahkan untuk berwudhu` terlebih dahulu. Demikian juga disunnahkan berwudhu` bila seorang yang dalam keaaan junub mau makan, minum, tidur atau mengulangi berjimak lagi. Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW:
Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bila dalam keadaan junub dan ingin makan atau tidur, beliau berwudhu` terlebih dahulu. (HR Ahmad dan Muslim)
Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bila ingin tidur dalam keadaan junub, beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu` terlebih dahulu seperti wudhu` untuk shalat. (HR Jamaah)
Dan dasar tentang sunnahnya berwuhdu bagi suami isteri yang ingin mengulangi hubungan seksual adalah hadits berikut ini:
Dari Abi Said al-Khudhri bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Bila kamu berhubungan seksual dengan isterimu dan ingin mengulanginya lagi, maka hendaklah berwuhdu terlebih dahulu.(HR Jamaah kecuali Bukhari)

d.    Ketika Marah

Untuk meredakan marah, ada dalil perintah dari Rasulullah SAW untuk meredakannya dengan membasuh muka dan berwudhu`.
Bila kamu marah, hendaklah kamu berwudhu`. (HR Ahmad dalam musnadnya)

e.    etika Membaca Al-Quran

Hukum berwudhu ketika membaca Al-Quran Al-Kariem adalah sunnah, bukan wajib. Berbeda dengan menyentuh mushaf menurut jumhur. Demikian juga hukumnya sunnah bila akan membaca hadits Rasulullah SAW serta membaca kitab-kitab syariah.
Diriwayatkan bahwa Imam Malik ketika mengimla`kan pelajaran hadits kepada murid-muridnya, beliau selalu berwudhu` terlebih dahulu sebagai takzim kepada hadits Rasulullah SAW.
f.     Ketika Melantunkan Azan, Iqamat

Disunnahkan untuk berwudhu’ pada saat seorang muadzdzin melantunkan adzan dan iqamat untuk memanggil orang melakukan shalat.
g.    Ziarah Ke Makam Nabi SAW

Dr. Wahbah Az-Zuhaili, seorang ulama kontemporer dari Syiria menyatakan dalam kitabnya bahwa kita disunnahkan untuk berwudhu’ manakala kita datang berziarah ke makam nabi Muhammad SAW di dalam masjid nabawi.
i. Menyentuh Kitab-kitab Syar`iyah
Beliau juga mengatakan bahwa berwudhu’ disunnahkan manakala memegang atau membaca kitab-kitab syariah. Seperti kitab tafsir, hadits, aqidah, fiqih dan lainnya. Namun bila di dalamnya lebih dominan ayat Al-Quran Al-Kariem, maka hukumnya menjadi wajib. (lihat Al-Fiqhul Islami wa adillatuhu oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaili jilid 1 hal 362).
Demikian sekilas tentang momen-momen yang dianjurkan kepada kita untuk berwudhu’ di dalamnya. Semoga kita bisa mengamalkannya untuk menambah banyak pahala di akhirat nanti.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Share:

Pengertian Wudhu dan niat wudhu


Assalamu’alikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada kesempatan yang baik ini, kami mau berbagi kepada sahabat Muslim semua tentang kegiatan kita sehari-hari yang sering kita lakukan setiap waktu yakni lafaldz niat wudhu yaitu dibaca saat sebelum wudlu . Selain itu kami juga akan membagikan doa sesudah wudlu . Untuk memudahkan dalam mempelajarinya marilah kita baca postingan dibawah ini ;
Niat pada hakekatnya adalah menyengajakan sesuatu yang di iringi dengan perbuatan. dan niat itu cukup di ucapkan didalam hati ketika hendak melakukan perbuatan. Oleh karena sebelum wudhu dan sesudah wudhu dianjurkan untuk membaca niat wudhu dan doa sesudah wudhu.
Wudhu menurut bahasa artinya bersih atau indah sedangkan menurut syara' artinya membersihkan anggota-anggota wudhu untuk menghilangkan hadast kecil. Wudhu merupakan syarat syah Sholat, yang dikerjakan sebelum melakukan sholat adapun anjuran berwudhu yang tercantum dalam Al-Qur'an surat Al-maidah ayat 6 sebagai berikut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ 

Ya ayyuhalladzina amanu idza kumtum ilas salati fagsilu wujuhakum wa aydiyakum ilal marafikı wamsahu bi ruusikum wa arjulakum ilal ka’bayn (ka’bayni)

Artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki." ( QS Al-Maidah ayat 6 )

Berdasarkan ayat diatas, maka pengertian wudhu adalah membasuh muka dan kedua tangan sampai dengan siku, menyapu sebagian kepala dan membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki dengan air yang suci dan mensucikan secara berurutan dengan niat menghilangkan hadast atau sengaja wudhu.

Berikut ini adalah Lafadz niat berwudhu dalam bahasa arab dan terjemahnya
Bacaan Niat Wudhu

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَلِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِفَرْضًالِلّٰهِ تَعَالٰى

Artinya

Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil karena Allah Ta'ala .


Doa Setelah Wudhu 



اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya :

Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya . Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya . Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat , dan jadikanlah saya orang yang suci , dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.

Daftar isi Wudhu' 
Baca Juga laman dibawah ini;

Hukum berwudhu
Tata cara berwudhu
Hal-hal yang membatalkan wudhu
Syarat, Rukun dan Sunnah Wudhu

Share:

Materi dan Soal Al-Quran Hadis QS Al Qariah kelas 9 Ganjil



Surah Al-Qari'ah (bahasa Arab:القارعة) adalah surah ke-101 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Quraisy. Nama Al-Qari'ah diambil dari kata Al-Qari'ah yang terdapat pada ayat pertama, artinya menggebrak atau mengguncang, kemudian kata ini dipakai untuk nama hari kiamat.
Pokok isi surah ini adalah kejadian-kejadian pada hari kiamat, yaitu manusia bertebaran, gunung berhamburan, amal perbuatan manusia ditimbang dan ancaman Neraka Hawiyah.

berikut ini materi QS Al-Qariah bersama soal dalam bentuk power poin sederhana bisa di ambil disini semoga bermanfaat untuk kemudahan didalam belajar mengajar, aamiin ya robbal'alamin

salam guru madrasah !

Share:

Search Blog

Popular Posts

Labels

Comments

The Magazine

Recent Posts

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Select Category

Cloud Labels

Follow Us

Recent Comments

About Sure Mag

My Contact

CEO of This Website (content creator)
name : Zainul Muttaqin
telp. : +6287760384928
whatsapp : +6281918132711
Mail : almuttaqinzainul@gmail.com

Social Media

Iklan

TRANSLATE

Jurnalistik Online

Recent Posts

Recent Posts

Blog Archive

Pages

Followers